MUKADIMAH
(Kisah CACAD anak-anak FK UNDIP 2007. Starring anak-anak FK UNDIP angkatan 2007)
Alkisah... di sebuah kampus yang terletak di tengah-tengah kota Semarang (sekaligus di tengah-tengah kuburan), hiduplah mahasiswa-mahasiswi yang agak labil jiwanya *gw-nya aja kali hahaha*. Terlalu tua untuk dibilang ABG, tapi terlalu muda untuk dibilang dewasa, maka daripada itu pantaslah kami disebut sebagai ABABIL (A.Be.Ge.Labil), kata anak-anak jaman sekarang.
Kenapa gw memutuskan untuk mulai mengabadikan kecacatan-kecacatan yang terjadi selama gw di kampus. Ini semula berawal dari keseringan kongkow sama anak-anak yang ternyata jiwa dan mentalnya cacat. Keseringan ngumpul sama anak-anak autis (gw termasuk) ternyata bisa bikin cacat beneran. Suer takewer-kewer deh, gak boong. Kewarasan kita semua yang jadi taruhannya. Sebenarnya udah banyak banget kedodolan-kedodolan yang terjadi dari sejak awal masuk pekarangan FK UNDIP, tapi entah wangsit apa yang biking tangan gw gatel untuk nulis kisah-kisah dodol yang gw alami selama ini.
Yang jelas, jangan terlalu serius memandang anak kedokteran. Kita ini gak seserius yang orang-orang bayangkan. Justru menurut pengalaman gw dua tahun lebih kuliah di sini, temen-temen gw juga bisa ‘menggila’. Banyak kedodolan yang terjadi, sama dosen lah, sama bagian-bagian akademik, sama angkatan lain, sama angkatan sendiri, macem-macem lah.
Tapi juga jangan nganggep ‘semua’ anak kedokteran tuh ‘gak waras’ hehehe. Hanya segelintir orang aja kok. Banyak juga anak-anak yang masih sehat waras jiwanya. Dan ada juga mahasiswa yang KUPU-KUPU alias Kuliah Pulang – Kuliah Pulang. Yang macem gini sih biasanya gak mengalami indahnya masa-masa ngekos, udah gitu di rumah kalo tidur dikelonin sama buku. The point, don’t judge the book by its cover.
Sekali lagi, gw hanya menceritakan kisah yang gw alami sendiri selama gw ngampus. Bagi pihak-pihak yang terkait, yang mungkin tersungging baca cerita gw, sebelumnya minta maap segede-gede gaban ya...